Sabtu, 10 Desember 2011
TUGAS AKHIR ILMU PENDIDIKAN
DWI ROHMAWAN (292011269) http://www.ziddu.com/download/17771059/DWIROHMAWAN292011269.rar.html
Jumat, 09 Desember 2011
Tugas akhir ilmu pendidikan (dedi kristiyanto/292011247)
http://www.ziddu.com/download/17754111/slametoo3n.doc.html
TUGAS AKHIR ILMU PENDIDIKAN
Adi Hermanto 292011274
Agustina Setyowati 292011262
Aniza Dwi Anggraeni 292011238
Ayu Kusuma W. 292011260
Bangkit Satria 292011256
Bernaldo Yudha W. 292011261
Desi Nusanti 292011259
Dewi Ratna S. 292011254
Fransisca Rany 292011257
Mulyani 292011266
Novia Supriyati 292011253
Nofita Ariyani 292011265
Nurkholis 292011271
Seksi Wahyu P. 292011248
Shinta Ayu R. 292011246
Thersa Septyani 292011239
Tri Mulyani 292011249
Whinda Kusuma D. 292011244
Widi Kurniawan 292011236
Yudistira Arga 292011250
Yunita A. 292011263
tugas akhir sri hartati 292008244 matakuliah ilmu pendidkan
RINGKASAN BAB 1
HAKIKAT MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA
A. SIFAT HAKIKAT MANUSIA
Sifat hakikat manusia menjadi bidang kajian filsafat,khususnya antropologi.Landasan dan tujuan pendikan itu sendiri sifatnya filosofis normatif. Bersifat filosofis karena untuk mendapatkan landasan yang kukuh diperlukan adanya kajian yang bersifat mendasar,sistematis,dan universal tentang cirri hakiki manusia. Bersifat normatif karena pendidikan mempunyai tugas utk menumbuhkankembangkan sifat hakikat manusia trsbt sbg sesuatu yang bernilai luhur.
1. Pengertian Sifat Hakikat Manusia
Sifat hakikat manusia diartikan sbg ciri-ciri karakteristik,yg scr prinsipil(jd bukan hanya gradual) membedakan manusia dr hewan.Meskipun anatara manusia dg hewan banyak kemiripan terutama jika dilihat dari segi biologisnya.
2. Wujud Sifat Hakikat Manusia
Wujud sifat hakikat manusia yang dikemukakan paham eksistensialisme:
a. Kemampuan Menyadari Diri
b. Kemampuan bereksistensi
c. Pemilikan kata hati
d. Moral
e. Kemampuan bertanggung jawab
f. Rasa kebebasan (kemerdekaan)
g. Kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak
h. Kemampuan menghayati kebahagiaan.
B. Dimensi-dimensi Hakikat Manusia serta Potensi,Keunikan dan Dinamikanya.
1. Dimensi Keindividualan
Lysen mengartikan individu sbg “orang seorang” sesuatu yg merupakan suatu keutuhan yg tdk dpt dibagi-bagi(in devide).selanjutnya individu diartiakn sbg pribadi(Lysen,individu dan masyarakat).setiap anak manusia yg dilahirkan tlh dikaruniaipetensi utk mjd berbeda dry g lain atau mjd(seperti) dirinya sendiri.
2. Dimensi Kesosialan
Adanya dimensi kesosialan pd diri manusia tampak lbh jelas pd dorongan utk bergaul,dg andanya dorongan utk bergaul setiap orang ingin bertemu dg sesama dan
manusia tdk dpt hidup tanpa bantuan orang lain.Seseorang dpt mengembangkan individualitasnya didlm pergaulan socsal,mengembangkan kegemarannya,sikapnya, dlm interaksi dg sesamanya.seseorang berkesempatan utk belajar dr orang lain,mengidentifikasi sifat-sifat dr orang lain yg dimilikinya,serta menolak sifat-sifat yg tdk dicocokinya.
3. Dimensi Kesusilaan
Susila berasal dr kata su dan sil yg artinya yg lbh tinggi,didalam kehidupan bermasyarakat orang tdk cukup hanya berbuat yg pantas jika di dalam yg pantas atau sopan itu terkandung kejahatan terselubung.krn itu pengertian susila berkembang shg memiliki perluasan arti mjd kebaikan yg lebih,sopan dan beretika.
Dua pendapat tentang hal kesusilaan:
a. Golongan yg menganggap bhw kesusilaan mencakup kedua-duanya.etiket dan etika sama-sama dibutuhkan dlm kehidupan.
b. Golongan yg memandang bahwa etiket perlu dibedakan dari etika.karen msg-msg mengandung kondisi yg tdk selamanya selalu sejalan.
4. Dimensi Keberagamaan
Pada hakikatnya manusia adl makhluk eligius,kemudian setelah ada agama maka manusia mulai menganutnya.Beragama merupakn kebutuhan manusia krn manusia adl makhluk yg lemah shg memerlukan tempat bertopang. Manusia memerlukan agama demi keselamtan hidupnya,agama menjadi sandaran vertikal manusia.
C. Pengembangan Dimensi Hakikat Manusia
Manusia lahir tlh dikaruniai dimensi hakikat manusia tetapi msh dlm wujud potensi,blm teraktualisasi mjd wujud kenyataan atau aktualisasi dari kondisi “potensi” mjd wujud aktualisasi terdpt rentangan proses yg mengundang pendidikan utk berperan dlm memberikan jasanya.Setiap manusia lahir dikaruniai “naluri” yaitu dorongan-dorongan yg alami,jika seandainya manusia dpt hidup hanya dg naluri maka tdk bedanya ia dg hewan,hanya melaui pendidikan status hewani itu dpt diubah kearah status manusiawi.
1. Pengembangan yang utuh
Tingkatan keutuhan perkembangan dimensi hakikat manusia ditentukan oleh 2 faktor,yaitu kualitas dimensi hakikat manusia itu sendiri scr potensial dan kualitas pendidikan yg disediakan utk memberikan pelayan atas perkembangannay..
a. Dari Wujud Dimensi
Keutuhan terjadi antara jasmani dan rohani antara dimensi keindividualan,kesosialan,kesusilaan dan keberagamaan, antara aspek kognitif,afektif,dan psikomotor.
b. Dari Arah pengembangan
Keutuhan pengembangan dimensi hakikat manusia dpt diarahkan kpd penembangan dimensi keindividualan,kesosialan,kesusilaan,dan keberagaman scr terpadu. Dapat disimpulkan bawa pengembangan dimensi hakikat manusia utuh diartikan sbg pembinaan terpadu terhadap dimensi hakikat manusia shg dpt tumbuh dan berkembang scr selaras dan seimbang dimaksud mencakup yg bersifat horizontal(yg menciptakan keseimbangan) dan yg vertical(yg menciptakan martabat manusia) dg demikian scr totalitas membentuk manusia yg utuh.
2. Pengembangan Yang Tidak Utuh
Pengembangan yg tdk utuh terhadap dimensi hakikat manusia akan tjd did lm proses pengembangan ada unsure dimensi hakikat manusia yg terabaikan utk ditangani. ataupun domain afektif didominasi olh pengembangan domain kognitif. Pengembangan yg tdk utuh berakibat terbentuk kepribadian yg pincang dan tdk mantap,pengembangan ini dsbt pengembangan yg patalogis.
KAMUS
Dimensi : ukuran (panjang, lebar, tinggi, luas, dsb); matra: garis mempunyai satu --; film tiga --; -- empat ruang (alam) di luar tiga dimensi; alam metafisis; -- hukum segi hukum yg menjadi pusat tinjauan ilmiah
Dimensi keberagamaan : Pada hakikatnya manusia makhluk religius. Sejak dahulu kala, sebelum mengenal agama mereka telah percaya bahwa di luar alam yang dapat dijangkau dengan perantaraan alat indra nya, diyakini akan adanya kekuatan supranatural yang menguasai hidup alam semesta ini.. Sikap dan kebiasaan yang membudaya pada nenek moyang kita seperti itu dipandang sebagai embrio dari kehidupan manusia dalam beragama.
Dimensi keindividuan : Lysen mengartikan individu sebagai “orang-seorang”, sesuatu yang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (in devide).
Selanjutnya individu diartikan sebagai pribadi. (Lysen, Individu dan Masyarakat: 4.) Setiap anak manusia yang dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk menjadi berbeda dari yang lain, atau menjadi (seperti) dirinya sendiri.
Selanjutnya individu diartikan sebagai pribadi. (Lysen, Individu dan Masyarakat: 4.) Setiap anak manusia yang dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk menjadi berbeda dari yang lain, atau menjadi (seperti) dirinya sendiri.
Dimensi kesosialan : Setiap bayi yang lahir dikaruniai potensi sosialistis. Demikian kata M.J Langeveld (M.J.Langeveld,1955:54). Pernyataan tersebut diartikan bahwa setiap anak dikaruniai benih kemungkinan untuk bergaul. Artinya setiap orang dapat saling komunikasi yang pada hakikatnya di dalamnya terkandung unsur saling memberi dan menerima.
Dimensi kesusilaan : Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi . Akan tetapi, di dalam kehidupan bermasyarakat orang tidak cukup hanya berbuat yang pantas jika di dalam yang pantas atau sopan itu misalnya terkandung kejahatan terselubung. Karena itu maka pengertian susila berkembang sehingga memiliki perluasan arti menjadi kebaikan yang lebih.
Dinamika :Fis bagian ilmu fisika yang berhubungan dengan benda yg bergerak dan tenaga yg menggerakkan; gerak (dari dalam); tenaga yg menggerakkan; semangat
Eksistensi : hal berada; keberadaan: partai-partai yg -- nya memang tidak dapat dipertahankan lagi, dipersilakan mundur dr percaturan politik
Emosi : luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat atau keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (spt kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan).
Filosof Socrates : menyatakan bahwa hakekat manusia terletak pada budinya yang memungkinkan untuk menentukan kebenaran dan kebaikan. Plato dan Aristoteles menyatakan hakikat manusia terletak pada pikirnya.
Filsafat : 1. pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya;2. teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan;3. ilmu yg berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi;4. Falsafah
Gradual : bertahap
Integral :1. mengenai keseluruhannya; meliputi seluruh bagian yang perlu untuk menjadikan lengkap; utuh; bulat; sempurna: masalah itu akan diselesaikan secara -- , tidak secara sebagian-sebagian;2. tidak terpisahkan; terpadu: Bimbingan Penyuluhan merupakan bagian -- dari pendidikan
Hakekat : . intisari atau dasar: dia yg menanamkan -- ajaran Islam di hatiku;2. kenyataan yg sebenarnya (sesungguhnya)
Hakekat Manusia : Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri-ciri karakter, yang secara prinsip (jadi bukan hanya gradual) membedakan manusia dari hewan. Meski pun antara manusia dengan hewan banyak kemiripan terutama jika dilihat dari segi biologis nya..
| |
Integralistik : bersifat integral; merupakan satu kese-luruhan: majalah ini berniat menampilkan pembahasan dng pendekatan yg --
Interaksi : hal saling melakukan aksi, berhubungan, mem-pengaruhi; antar hubungan; -- sosial hubungan sosial yang dinamis antara orang perse-orangan dan orang perseorangan, antara perseorangan dan kelompok, dan antara kelompok dan kelompok;
Interelasi :. hubungan satu sama lain
Khalifah : 1. wakil (pengganti) Nabi Muhammad saw. setelah Nabi wafat (dalam urusan negara dan agama) yang melaksanakan syariat (hukum) Islam dl kehidupan negara;2. (gelar) kepala agama dan raja di negara Islam;3. penguasa; pengelola: manusia diciptakan Allah dimuka bumi.
Kognisi : 1 kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dsb) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri; 2 Sos proses, pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh seseorang; 3 hasil pemerolehan pengetahuan
Konasi : karsa
Kuno : lama (dr zaman dahulu); dahulu kalaan
Manifestasi : perwujudan sebagai suatu pernyataan perasaan atau pendapat: tindakannya itu sebagai suatu -- kemarahan hatinya; 2 perwujudan atau bentuk dari sesuatu yang tidak kelihatan: negara kesatuan Republik Indonesia.. ter·ma·ni·fes·ta·si terwujud (dapat dilihat dng mata)
Metabolisme : pertukaran zat pada organisme yang meliputi proses fisika dan kimia, pembentukan dan penguraian zat di dalam badan yg memungkinkan berlangsungnya hidup; proses perputaran; gerak berputar: terjadinya -- mikrobiologis di dalam tanah menghasilkan zat lemas
Mistik :.subsistem yang ada dalam hampir semua agama dan sistem religi untuk memenuhi hasrat manusia mengalami dan merasakan emosi bersatu dng Tuhan; tasawuf; suluk hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia yg biasa
Modern :terbaru; mutakhir: pasukan diperlengkapi dng senjata-senjata -- sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dng tuntutan zaman;
Monodualistik : Merupakan suatu paham yang menganggap bahwa :
1. Hakekat sesuatu, merupakan dua unsur yang terikat menjadi satu kebulatan.
a) Manusia yang terdiri dari pria dan wanita, kehilangan salah satu unsur, eksistensi manusia berarti akan punah.
1. Hakekat sesuatu, merupakan dua unsur yang terikat menjadi satu kebulatan.
a) Manusia yang terdiri dari pria dan wanita, kehilangan salah satu unsur, eksistensi manusia berarti akan punah.
b) Pria dan Wanita dua unsur yang terikat menjadi satu kesatuan.
2. Mengakui hal ihwal yang bersifat kebendaan tetapi juga mengakui yang bersifat non kebendaan (spirit).
3. Keduanya diakui keberadaannya dan merupakan unsur yang tidak terpisahkan dalam integritas.
4. Memandang alam semesta antara Micokosmos dan Makrokosmos merupakan suatu monodualistik, termasuk memandang segala alam.
Monopluralistik : Suatu paham yang berkembang di Masyarakat Indonesai yang mengakui bahwa :
• Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai unsur yang beraneka ragam, adanya suku bangsa yang beraneka ragam (adat dan kebudayaan, agama). Cerminan paham ini adalah Bhineka Tunggal Ika..
• Pancasila memandang/mengharapkan segala hal ikhwal terjadi dalam situasi selaras, serasi, dan seimbang (3 S).
• Pandangan itu didasarkan atas kenyataan bahwa ciptaan Tuhan YME berlangsung dalam situasi 3S (Keselarasan, Keserasian, Keseimbangan).
Keselarasan
Suatu keadaan yang menggambarkan suasana yang tertib, teratur, aman, damai yang menimbulkan ketentraman lahir dan batin. Keselarasan akan terwujud bila masing-masing unsur tahu akan fungsinya, tugas, hak dan kewajibannya.
Keserasian
Suatu keadaan yang menggambarkan terpadunya unsur-unsur yang terlibat dalam kehidupan bersama.
Suatu keadaan yang menggambarkan suasana yang tertib, teratur, aman, damai yang menimbulkan ketentraman lahir dan batin. Keselarasan akan terwujud bila masing-masing unsur tahu akan fungsinya, tugas, hak dan kewajibannya.
Keserasian
Suatu keadaan yang menggambarkan terpadunya unsur-unsur yang terlibat dalam kehidupan bersama.
Keseimbangan
Suatu keadaan yang mengambarkan bahwa masing-masing unsur yang terlibat dalam hidup bersama dalam hubungan bersama, diperlakukan dengan sepatutnya, masing-masing mendapat perlakuan sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, tugas, hak dan kewajiban dengan keseimbangan menimbulkan suasana keadilan.
Suatu keadaan yang mengambarkan bahwa masing-masing unsur yang terlibat dalam hidup bersama dalam hubungan bersama, diperlakukan dengan sepatutnya, masing-masing mendapat perlakuan sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, tugas, hak dan kewajiban dengan keseimbangan menimbulkan suasana keadilan.
Moral : (ajaran tentag) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dsb; akhlak; budi pekerti; susila ber·mo·ral: mempunyai pertimbangan baik buruk; berakhlak baik
RINGKASAN BAB 1
HAKIKAT MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA
A. SIFAT HAKIKAT MANUSIA
Sifat hakikat manusia menjadi bidang kajian filsafat,khususnya antropologi.Landasan dan tujuan pendikan itu sendiri sifatnya filosofis normatif. Bersifat filosofis karena untuk mendapatkan landasan yang kukuh diperlukan adanya kajian yang bersifat mendasar,sistematis,dan universal tentang cirri hakiki manusia. Bersifat normatif karena pendidikan mempunyai tugas utk menumbuhkankembangkan sifat hakikat manusia trsbt sbg sesuatu yang bernilai luhur.
1. Pengertian Sifat Hakikat Manusia
Sifat hakikat manusia diartikan sbg ciri-ciri karakteristik,yg scr prinsipil(jd bukan hanya gradual) membedakan manusia dr hewan.Meskipun anatara manusia dg hewan banyak kemiripan terutama jika dilihat dari segi biologisnya.
2. Wujud Sifat Hakikat Manusia
Wujud sifat hakikat manusia yang dikemukakan paham eksistensialisme:
a. Kemampuan Menyadari Diri
b. Kemampuan bereksistensi
c. Pemilikan kata hati
d. Moral
e. Kemampuan bertanggung jawab
f. Rasa kebebasan (kemerdekaan)
g. Kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak
h. Kemampuan menghayati kebahagiaan.
B. Dimensi-dimensi Hakikat Manusia serta Potensi,Keunikan dan Dinamikanya.
1. Dimensi Keindividualan
Lysen mengartikan individu sbg “orang seorang” sesuatu yg merupakan suatu keutuhan yg tdk dpt dibagi-bagi(in devide).selanjutnya individu diartiakn sbg pribadi(Lysen,individu dan masyarakat).setiap anak manusia yg dilahirkan tlh dikaruniaipetensi utk mjd berbeda dry g lain atau mjd(seperti) dirinya sendiri.
2. Dimensi Kesosialan
Adanya dimensi kesosialan pd diri manusia tampak lbh jelas pd dorongan utk bergaul,dg andanya dorongan utk bergaul setiap orang ingin bertemu dg sesama dan
manusia tdk dpt hidup tanpa bantuan orang lain.Seseorang dpt mengembangkan individualitasnya didlm pergaulan socsal,mengembangkan kegemarannya,sikapnya, dlm interaksi dg sesamanya.seseorang berkesempatan utk belajar dr orang lain,mengidentifikasi sifat-sifat dr orang lain yg dimilikinya,serta menolak sifat-sifat yg tdk dicocokinya.
3. Dimensi Kesusilaan
Susila berasal dr kata su dan sil yg artinya yg lbh tinggi,didalam kehidupan bermasyarakat orang tdk cukup hanya berbuat yg pantas jika di dalam yg pantas atau sopan itu terkandung kejahatan terselubung.krn itu pengertian susila berkembang shg memiliki perluasan arti mjd kebaikan yg lebih,sopan dan beretika.
Dua pendapat tentang hal kesusilaan:
a. Golongan yg menganggap bhw kesusilaan mencakup kedua-duanya.etiket dan etika sama-sama dibutuhkan dlm kehidupan.
b. Golongan yg memandang bahwa etiket perlu dibedakan dari etika.karen msg-msg mengandung kondisi yg tdk selamanya selalu sejalan.
4. Dimensi Keberagamaan
Pada hakikatnya manusia adl makhluk eligius,kemudian setelah ada agama maka manusia mulai menganutnya.Beragama merupakn kebutuhan manusia krn manusia adl makhluk yg lemah shg memerlukan tempat bertopang. Manusia memerlukan agama demi keselamtan hidupnya,agama menjadi sandaran vertikal manusia.
C. Pengembangan Dimensi Hakikat Manusia
Manusia lahir tlh dikaruniai dimensi hakikat manusia tetapi msh dlm wujud potensi,blm teraktualisasi mjd wujud kenyataan atau aktualisasi dari kondisi “potensi” mjd wujud aktualisasi terdpt rentangan proses yg mengundang pendidikan utk berperan dlm memberikan jasanya.Setiap manusia lahir dikaruniai “naluri” yaitu dorongan-dorongan yg alami,jika seandainya manusia dpt hidup hanya dg naluri maka tdk bedanya ia dg hewan,hanya melaui pendidikan status hewani itu dpt diubah kearah status manusiawi.
1. Pengembangan yang utuh
Tingkatan keutuhan perkembangan dimensi hakikat manusia ditentukan oleh 2 faktor,yaitu kualitas dimensi hakikat manusia itu sendiri scr potensial dan kualitas pendidikan yg disediakan utk memberikan pelayan atas perkembangannay..
a. Dari Wujud Dimensi
Keutuhan terjadi antara jasmani dan rohani antara dimensi keindividualan,kesosialan,kesusilaan dan keberagamaan, antara aspek kognitif,afektif,dan psikomotor.
b. Dari Arah pengembangan
Keutuhan pengembangan dimensi hakikat manusia dpt diarahkan kpd penembangan dimensi keindividualan,kesosialan,kesusilaan,dan keberagaman scr terpadu. Dapat disimpulkan bawa pengembangan dimensi hakikat manusia utuh diartikan sbg pembinaan terpadu terhadap dimensi hakikat manusia shg dpt tumbuh dan berkembang scr selaras dan seimbang dimaksud mencakup yg bersifat horizontal(yg menciptakan keseimbangan) dan yg vertical(yg menciptakan martabat manusia) dg demikian scr totalitas membentuk manusia yg utuh.
2. Pengembangan Yang Tidak Utuh
Pengembangan yg tdk utuh terhadap dimensi hakikat manusia akan tjd did lm proses pengembangan ada unsure dimensi hakikat manusia yg terabaikan utk ditangani. ataupun domain afektif didominasi olh pengembangan domain kognitif. Pengembangan yg tdk utuh berakibat terbentuk kepribadian yg pincang dan tdk mantap,pengembangan ini dsbt pengembangan yg patalogis.
KAMUS
Dimensi : ukuran (panjang, lebar, tinggi, luas, dsb); matra: garis mempunyai satu --; film tiga --; -- empat ruang (alam) di luar tiga dimensi; alam metafisis; -- hukum segi hukum yg menjadi pusat tinjauan ilmiah
Dimensi keberagamaan : Pada hakikatnya manusia makhluk religius. Sejak dahulu kala, sebelum mengenal agama mereka telah percaya bahwa di luar alam yang dapat dijangkau dengan perantaraan alat indra nya, diyakini akan adanya kekuatan supranatural yang menguasai hidup alam semesta ini.. Sikap dan kebiasaan yang membudaya pada nenek moyang kita seperti itu dipandang sebagai embrio dari kehidupan manusia dalam beragama.
Dimensi keindividuan : Lysen mengartikan individu sebagai “orang-seorang”, sesuatu yang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (in devide).
Selanjutnya individu diartikan sebagai pribadi. (Lysen, Individu dan Masyarakat: 4.) Setiap anak manusia yang dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk menjadi berbeda dari yang lain, atau menjadi (seperti) dirinya sendiri.
Selanjutnya individu diartikan sebagai pribadi. (Lysen, Individu dan Masyarakat: 4.) Setiap anak manusia yang dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk menjadi berbeda dari yang lain, atau menjadi (seperti) dirinya sendiri.
Dimensi kesosialan : Setiap bayi yang lahir dikaruniai potensi sosialistis. Demikian kata M.J Langeveld (M.J.Langeveld,1955:54). Pernyataan tersebut diartikan bahwa setiap anak dikaruniai benih kemungkinan untuk bergaul. Artinya setiap orang dapat saling komunikasi yang pada hakikatnya di dalamnya terkandung unsur saling memberi dan menerima.
Dimensi kesusilaan : Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi . Akan tetapi, di dalam kehidupan bermasyarakat orang tidak cukup hanya berbuat yang pantas jika di dalam yang pantas atau sopan itu misalnya terkandung kejahatan terselubung. Karena itu maka pengertian susila berkembang sehingga memiliki perluasan arti menjadi kebaikan yang lebih.
Dinamika :Fis bagian ilmu fisika yang berhubungan dengan benda yg bergerak dan tenaga yg menggerakkan; gerak (dari dalam); tenaga yg menggerakkan; semangat
Eksistensi : hal berada; keberadaan: partai-partai yg -- nya memang tidak dapat dipertahankan lagi, dipersilakan mundur dr percaturan politik
Emosi : luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat atau keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (spt kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan).
Filosof Socrates : menyatakan bahwa hakekat manusia terletak pada budinya yang memungkinkan untuk menentukan kebenaran dan kebaikan. Plato dan Aristoteles menyatakan hakikat manusia terletak pada pikirnya.
Filsafat : 1. pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya;2. teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan;3. ilmu yg berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi;4. Falsafah
Gradual : bertahap
Integral :1. mengenai keseluruhannya; meliputi seluruh bagian yang perlu untuk menjadikan lengkap; utuh; bulat; sempurna: masalah itu akan diselesaikan secara -- , tidak secara sebagian-sebagian;2. tidak terpisahkan; terpadu: Bimbingan Penyuluhan merupakan bagian -- dari pendidikan
Hakekat : . intisari atau dasar: dia yg menanamkan -- ajaran Islam di hatiku;2. kenyataan yg sebenarnya (sesungguhnya)
Hakekat Manusia : Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri-ciri karakter, yang secara prinsip (jadi bukan hanya gradual) membedakan manusia dari hewan. Meski pun antara manusia dengan hewan banyak kemiripan terutama jika dilihat dari segi biologis nya..
| |
Integralistik : bersifat integral; merupakan satu kese-luruhan: majalah ini berniat menampilkan pembahasan dng pendekatan yg --
Interaksi : hal saling melakukan aksi, berhubungan, mem-pengaruhi; antar hubungan; -- sosial hubungan sosial yang dinamis antara orang perse-orangan dan orang perseorangan, antara perseorangan dan kelompok, dan antara kelompok dan kelompok;
Interelasi :. hubungan satu sama lain
Khalifah : 1. wakil (pengganti) Nabi Muhammad saw. setelah Nabi wafat (dalam urusan negara dan agama) yang melaksanakan syariat (hukum) Islam dl kehidupan negara;2. (gelar) kepala agama dan raja di negara Islam;3. penguasa; pengelola: manusia diciptakan Allah dimuka bumi.
Kognisi : 1 kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dsb) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri; 2 Sos proses, pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh seseorang; 3 hasil pemerolehan pengetahuan
Konasi : karsa
Kuno : lama (dr zaman dahulu); dahulu kalaan
Manifestasi : perwujudan sebagai suatu pernyataan perasaan atau pendapat: tindakannya itu sebagai suatu -- kemarahan hatinya; 2 perwujudan atau bentuk dari sesuatu yang tidak kelihatan: negara kesatuan Republik Indonesia.. ter·ma·ni·fes·ta·si terwujud (dapat dilihat dng mata)
Metabolisme : pertukaran zat pada organisme yang meliputi proses fisika dan kimia, pembentukan dan penguraian zat di dalam badan yg memungkinkan berlangsungnya hidup; proses perputaran; gerak berputar: terjadinya -- mikrobiologis di dalam tanah menghasilkan zat lemas
Mistik :.subsistem yang ada dalam hampir semua agama dan sistem religi untuk memenuhi hasrat manusia mengalami dan merasakan emosi bersatu dng Tuhan; tasawuf; suluk hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia yg biasa
Modern :terbaru; mutakhir: pasukan diperlengkapi dng senjata-senjata -- sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dng tuntutan zaman;
Monodualistik : Merupakan suatu paham yang menganggap bahwa :
1. Hakekat sesuatu, merupakan dua unsur yang terikat menjadi satu kebulatan.
a) Manusia yang terdiri dari pria dan wanita, kehilangan salah satu unsur, eksistensi manusia berarti akan punah.
1. Hakekat sesuatu, merupakan dua unsur yang terikat menjadi satu kebulatan.
a) Manusia yang terdiri dari pria dan wanita, kehilangan salah satu unsur, eksistensi manusia berarti akan punah.
b) Pria dan Wanita dua unsur yang terikat menjadi satu kesatuan.
2. Mengakui hal ihwal yang bersifat kebendaan tetapi juga mengakui yang bersifat non kebendaan (spirit).
3. Keduanya diakui keberadaannya dan merupakan unsur yang tidak terpisahkan dalam integritas.
4. Memandang alam semesta antara Micokosmos dan Makrokosmos merupakan suatu monodualistik, termasuk memandang segala alam.
Monopluralistik : Suatu paham yang berkembang di Masyarakat Indonesai yang mengakui bahwa :
• Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai unsur yang beraneka ragam, adanya suku bangsa yang beraneka ragam (adat dan kebudayaan, agama). Cerminan paham ini adalah Bhineka Tunggal Ika..
• Pancasila memandang/mengharapkan segala hal ikhwal terjadi dalam situasi selaras, serasi, dan seimbang (3 S).
• Pandangan itu didasarkan atas kenyataan bahwa ciptaan Tuhan YME berlangsung dalam situasi 3S (Keselarasan, Keserasian, Keseimbangan).
Keselarasan
Suatu keadaan yang menggambarkan suasana yang tertib, teratur, aman, damai yang menimbulkan ketentraman lahir dan batin. Keselarasan akan terwujud bila masing-masing unsur tahu akan fungsinya, tugas, hak dan kewajibannya.
Keserasian
Suatu keadaan yang menggambarkan terpadunya unsur-unsur yang terlibat dalam kehidupan bersama.
Suatu keadaan yang menggambarkan suasana yang tertib, teratur, aman, damai yang menimbulkan ketentraman lahir dan batin. Keselarasan akan terwujud bila masing-masing unsur tahu akan fungsinya, tugas, hak dan kewajibannya.
Keserasian
Suatu keadaan yang menggambarkan terpadunya unsur-unsur yang terlibat dalam kehidupan bersama.
Keseimbangan
Suatu keadaan yang mengambarkan bahwa masing-masing unsur yang terlibat dalam hidup bersama dalam hubungan bersama, diperlakukan dengan sepatutnya, masing-masing mendapat perlakuan sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, tugas, hak dan kewajiban dengan keseimbangan menimbulkan suasana keadilan.
Suatu keadaan yang mengambarkan bahwa masing-masing unsur yang terlibat dalam hidup bersama dalam hubungan bersama, diperlakukan dengan sepatutnya, masing-masing mendapat perlakuan sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, tugas, hak dan kewajiban dengan keseimbangan menimbulkan suasana keadilan.
Moral : (ajaran tentag) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dsb; akhlak; budi pekerti; susila ber·mo·ral: mempunyai pertimbangan baik buruk; berakhlak baik
RINGKASAN BAB 4 (Tgl 14 okt 2011)
ILMU PENDIDIKAN TEORITIS
Ilmu pendidikan sebagai teori adalah ilmu khusus yang mempelajari pendidikan anak hingga mencapai kedewasaan(adulthood). Sebagai tujuan umum dan akhir atau cita cita (maksud murni) pendidikan. Pendidikan teoretis adalah cabang teoritik sebagai ilmu dasar dari pedagogik.
A.Pentingnya Teori Pendidikan
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang hanya dapat dilakukan oleh manusia,memiliki lapangan yang luas,ruang lingkup lapangan pendidikan mencakup semua pengalaman dan pemikiran manusia tentang pendidikan.Antara teori dan prakter pendidikan merupakan dua hal yang tidak dpat dipisahkan,memiliki hubungan komplementer(saling melengkapi).Dalam hal ini J.H Gunning (Belanda) pernah mengemukakan bahwa teori tanpa praktek merupakan perbuatan yang istimewa(genius),sebaliknya praktek tanpa teori bagi orang gila dan penjahat.
Beberapa manfaat ilmu pendidikan sebagai teori
a. Dapat dijadikan sebagai pedoman untuk mengetahui arah serta tujuan mana yang akan dicapai.
b. memahami teori pendidikan,seseorang akan mengetahui mana yang boleh dan yang tidak dilakukan,walaupun teori tersebut bukan Untuk menghindari atau mengurangi kesalahan-kesalahan dalam praktek ,karena dengan sutau resep yang jitu.
c. Dapat dijadikan sebagai tolok ukur,sampai dimana seseorang telah berhasil melaksanakan telah melaksanakan tugas dalam pendidikan.
Prof.sikun Pribadi 1984 mengemukakan tiga golongan kesalahan dalam melaksanakan pendidikan yaitu:
a. Kesalahan-kesalahan tehnis,artinya kesalahan yang disebabkan oleh kekurangan ketrampilan atau kesalahan dalam cara menerapkan pengertian atau prinsip-prinsip tertentu.
b. Kesalahan-kesalahan yang bersumber pada struktur kepribadian peilaku pendidik sendiri.
Kesalahan-kesalahan yang sifatnya konseptual ,artinya pendidikan kurang mendalami masalah-masalah yang sifatnya teoritis maka perbuatan mendidiknya mempunyai akibat-akibat yang tak dapat dibenarkan.
B.Pendidikan dalam ruang lingkup Mikro dan Makro
Pendidikan dalam ruang lingkup mikro artinya mengkaji pendidikan yang dilaksanakan dalam skala kecil dan pendidikan dalm ruang lingkup makro,kita mengkaji pendidikan yang dilaksanakan dalam skala besar.
Pengelompokan kajian pendidikan secara mikro dan makro tersebut dapat dilihat dari dua segi,yaitu:
1. Manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat.
Manusia sebagai individu ia hidup bersama-sama di masyarakat,hidup bersama dengan orang banyak di luar dirinya.Individu tak mungkin berkembang dengan sebaik-baiknya,bahkan individu tak mungkin hidup tanpa bantuan dan hidup bersama dengan orang lai. Havigursi mengatakan bahwa manusia tidak akan menjadi manusia kalau ia tidak hidup bersama dengan dan dalam masyarakat.
a. Pendidikan individu
Pendidikan dalam ruang lingkup mikro,hal ini terytama terjai dalam lingkungan keluarga,sejak anak berada dalam kandungan sampai dengan ia belajar di sekolah.
b. Pendidikan kelompok
Alasan penyelenggaraan pendidikan sekoalh yang disebut pendidikan formal baik oleh pemerintah maupun swasta sebagai berikut:
Ø Orang tua kurang mampu memberikan pendidikan ,karena pendididkan formal disekolah membutuhkan banyak tenaga ahli yang khusus dididik untuk hal itu. Lebih-lebih bila telah diperinci mengenai jenis pelajaran ketrampilan.
Ø Pendidikan sekolah relative lebih mahal dibandingkan dengan pendidikan keluarga karena mempergunakan tenaga ahli beserta alat-alat pendidikan yang diperlukan.
Ø Dengan menghimpun anak-anak dalam satu kelas(dengan system kenaikan kelas dalam kesatuan organisasi) kesukaran tersebut dapat diatasi.
2. Pendidikan Mikro dan makro dilihat dari Tanggung Jawab Pendidikan.
a. Tanggung Jawab Keluarga
Pendidikan dalam arti khusus hanya dibatasi sebagai usaha orang dewasa dalam membimbing anak yang belum dewasa mencapai untuk mencapai kedewasaanya.
b. Tanggung jawab bersama yaitu keluarga masyarakat dan pemerintah sesuai undang-undang no 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional (pasal 7-11). Pendidikan dalam arti luas berlangsung sepanjang hayat, berusaha untuk meningkatkataraf hidup manusia.
2. Ilmu pendidikan sebagai ilmu teoretis dan praktis
a. Memiliki objek material dan objek formal
Objek material ilmu pendidikan berupa perilaku manusia sebagai makhluk yang hidup di dalam masyarakat tidak hanya dipelajari oleh ilmu pendidikan,tetapi juga oleh psikologi,sosiologi dan antropologi
b.Memiliki sistematika
Secara teoretis sistematika ilmu pendidikan dibagi 3 tinjauan:
ü Pendidikan sebagai fenomena manusiawi
ü Pendidikan sebagai upaya sadar
ü Pendiidkan sebagai gejala manusiawi dan upaya sadar untuk mengantisipasi perkembangan social-budaya masa depan.
c.Memiliki metode
Menurut Soedomo(1990:46_47),motede yang dipakai dalam ilmu pendidikan meliputi:
ü Metode Normatif yaitu metode penentuan konsep manusia yang diidealkan oleh pendidikan,menyangkut nilai baik dan buruk.
ü Metode Eksplanatori yaitu metode untuk mengetahui kondisi dan kekuatan yang memengaruhi keberhasilan proses pendidikan.
ü Metode Teknologis yaitu metode yang berfungsi mengungkapkan cara agar berhasil mencapai tujuan.
ü Metode Deskriptif- Fenomenologis yaitu metode untuk mengurai dan menklarifikasi kenyataan-kenyataan pendidikan secara konkret dan historis agar makna dan struktur kegiatan pendidikan menjadi jelas.
ü Metode Analisis Kritis yaitu metode yang digunakan untuk menganalisis secara kritis istilah-istilah,peryataan-pernyataan,konsep,dan teori pendidikan.
3. Pedagogik Teoretis
Pedagogik teoretis adalah ilmu mendidik sebagai cabang ilmu yang melaksanakan misi terpadu antara pendekatan fisafat pendidikan dan ilmu pendidikan empirik.Pedagogik teoretis tumbuh sebagai bentuk ilmu pendidikan paling baru dan menyempurnakan teori-teori dalam pendidikan bagi perbaikan kualitas penghayatan pendidikan atas dasar eratnya keterkaitan dari esensi kehidupan manusia dalam hakekat pendidikan.
a. Esensi Pendidikan
Pendidikan sebagia fenomen mendidik dan terdidik secara empirik, cara pendekatan empirik ini berbeda dari cara penghampiran kefilsafatan yang bersifat reflektif-spekulatif dan menerapkan asumsi atau perangkat aksioma tertentu secara metafisik,epistemologik dan aksiologik. Adapun gejala dan upaya pendididkan timbil sebagai gejala perilaku dan upaya manusia diatas perilaku individual-sosial memenuhi kebutuhan dasar-primer bertahn hidup,sebagai bagian kegiatan untuk meningkatkan kehidupan agar lebih bermakna/bernilai.
Ø Ciri-ciri anak sampai remaja di usia krisis-puber,menurut dedologi(dulu) dan antropologi anak( kinathropologie,kinderanthropologie,anthropologie des kindes) mempunyai karakteristik sbb:
1. Setiap anak lahir dalam keadaan tidak berdaya.
2. Anak tidak ada yang langsung dewasa bahkan anak manusia ,alki-laki dan perempuan mengalami masa muda dan perkembangan paling lama dibandingkan jenis makhluk lainya sebelum terwujud manusia multidimensi.
3. Anak sampai usia rata-rata 3,5 tahun mulai memahami bahasa
4. Anak usia 4 tahun belum menemukan perbedaan dirinya dari orang lain sehingga belum ada saling pengertian dan penghargaan.
· Menurut Langeveld Lingkungan social-budaya sebagai konteks pendidikan anak manusia:
1. Semua bangsa mempunyai system nilai budaya sendiri sekalipun terdapat jenis perbedaan(bangsa,etnik,Negara)
2. Keragaman kebudayaan dan kultur social menimbulkan ragam bentuk kedewasaan sebagai esensi tujuan pendidikan sehingga tak mungkin terdapat perkembangan anak lengkap menjadi manusia normative dengan sendirinya.
3. Perubahan social budaya kontemporer sejak era globalisasi/teknologi informasi dan otonomi daerah.
· Dua ciri perbuatan mendidik yang relative mudah diamati(Langeveld:1944)
1. Dalam pergaulan demikian manusia berupaya mempengaruhi orang lain
2. Bahwa pengaruh itu datangnya dari orang dewasa yang telah melewati masa muda
b. Unsur-unsur situasi mendidik atas dasar fenomen pergaulan interinsani
Tugas pedagogik teoretis atau ilmu mendidik sistematis ialah menganalisis dan menyusun persoalan sekitar “upaya mendidik” secara sistematis untuk menguraikan pokok ilmunya secara teratur sebagai kebulatan holistik.
Unsur-unsur yang mendukung munculnya perbuatan mendidik untuk menciptakan suasana belajar/situasi pendidikan (dalam bentuk mikro):
1. Kehadiran anak sebagai faktor manusia yang ingin dewasa
2. Keberadaan orang dewasa sebagai manusia yang harus mendidik
3. Relasi kemanusiaan tertentu antara orang dewasa dengan anak dan pihak lain.
4. Sebagai tempat penerapan hubungan kewibawaan pendidikan.
5. Tindakan pendidikan dan proses mendidik.
6. Tujuan pendidikan atas dasar regenerasi kemanusiaan dan system nilai.
Ø Lima perangkat kombinasi unsure-unsur dalam bentuk pendidikan makro(dalam arti luas):
1. Keharusan,kemungkinan dan batas pendidikan atas dasar hakekat manusia.
2. Lingkungan dan organ lembaga pendidikan termasuk keluarga(bersifat informal dan berlingkup mikro dengan kurikulum tersembunyi) dan Negara (bersifat legal-formal,berlingkup makro yang berwenang menyelenggarakan persekolahan dan lembaga pendidikan lainya secara makro dengan kurikulum formal dan non-formal).
Langganan:
Komentar (Atom)